BANDA NEIRA, "SEPOTONG SURGA DARI TIMUR"
BANDA NEIRA.
Banda Neira adalah Pulau yang menjadi pusat administrasi Kabupaten Maluku Tengah, dikenal dengan pesona alamnya yang luar biasa sehingga dijuluki “Sepotong Surga dari Timur”. Tempat ini menjadi wisata snorkeling yang digemari pengunjungnya, selain juga kejernihan air lautnya yang dapat memantulkan cahaya matahari, membuat Banda Neira menjadi tujuan wisatawan untuk melihat senja.
Tempat-tempat yang bisa dikunjungi diantaranya Fort Belgica, Hatta Island, Lava Flow dan masih banyak lagi.
Fort bergica atau Benteng Belgica pada awalnya adalah sebuah benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16 di Pulau Naira, Maluku. Lama setelah itu, di lokasi benteng Portugis tersebut kemudian dibangun kembali sebuah benteng oleh VOC atas perintah Gubernur Jendral Pieter Both pada tanggal 4 September 1611.
HATTA ISLAND
Pulau Hatta atau Rozengain adalah desa dan pulau di kecamatan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Indonesia. Letak pulau ini ada 25 km di sebelah timur Kepulauan Banda. Pulau ini dinamakan menurut Mohammad Hatta, salah satu proklamator Indonesia. Saat ini, hanya ada 2 permukiman kecil di Pulau Hatta, tanpa fasilitas apapun. Pulau Hatta dapat dijangkau menggunakan perahu stabil bertutup dari Banda Neira. Perahu sewaan biasanya singgah di beberapa tempat, seperti Pulau Syahrir dan Karnofol.
LAFA FLOW
Sesuai namanya, Lava Flow tercipta dari aliran lava Gunung Api Banda yang meletus pada tahun 1988. Saat itu, terumbu karang hancur dan dasar perairannya tertutup lahar, tetapi beberapa waktu kemudian pertumbuhan terumbu karang semakin pesat.
Mengutip dari laman bpkp.go.id, Banda Neira pernah menjadi pusat perdagangan pala dunia karena satu-satunya sumber rempah-rempah yang bernilai tinggi abad ke-19 ada di wilayah ini.